Kalau kita mencintai dan suka maka kita akan menjaga dan membelanya walau sampai kapanpun..biar dipukul dimarahin itu tidak mengapa .diri kita selamanya tidak akan pernah salah dalam urusan karma.asalkan benar benar jalani dengan kesetiaan dan tanggung jawab.asalkan kita jangan dihianati.kalau sudah benar dihianati berarti menginginkan kita meninggalkannya.alangkah baiknya ,kembali belajar mencintai diri sendiri lagi.nanti suatu hari akan ada yang baik untuk kita.
Beda kalau kita memaksa dicintai.ada kalanya disana ada terdapat kecurangan.kita takut dia pergi dan mencintai orang lain.kita takut dia terlalu ramah dengan orang lain akan berpaling dengan yang lain.kita cemburu ia mempunyai pekerjaan yang berurusan dengan orang banyak maka kita khawatir suatu hari ia akan pisah dan meninggalkan kita.
Tentu kadang dia punya adat keras kita takut padanya.
Hingga ada keinginan melakukan hal hal yang berkerja sama dengan setan yaitu,mengupayakan agar ia tunduk sayang,cinta mati pada kita agar ia mau tetap ada bila kita telah tiada.
Apakah tidak ada resiko dengan perjanjian dengan setan?.
Benar ia akan tunduk dan sayang dan bila kita melakukan kecurangan selingkuh ia akan berdiri seolah olah tidak ada kejadian padahal setan yang kita izinkan berada ditubuh yang kita paksa untuk segalanya menuruti kita.Alhasil...nyawapun melayang dengan batas perjanjian.meskipun tidak disebutkan oleh setan perjanjian itu.namun cinta mati yang kita inginkan adalah setelah kita mati ia akan tetap dan terlena dengan kita.dia tidak akan lagi menikah dengan orang lain.
Dan hanya dengan kekuatan sikorban jika rajin bermeditasi dan jalani sila.kekuatan setan akan melemah.
Jika Semua yang dilakukan jika kita menginginkan hal itu terjadi maka proses karma buruk itu tak terampuni.
Jadi biarkanlah secara alami apa adanya,jodoh dengan seseorang itu wajar bila ada keributan cemburu,dan jika ia berhianat tinggalkan saja.
Yang penting kita mencintai apa adanya..hati dan kebaikannyalah yang paling penting.bukan harta dan materi fisik namun kebaikan hati yang utama,ia mencintai kita dengan hatinya bukan dengan mulutnya.mencintai kita dengan penuh perhatian selalu memikirkan dan mendoakan kita,selalu membantu dalam keadaan suka dan duka.mau tetap berdiri disamping kita,disaat kita tidak berdaya.
Komentar0